Monday, 4 April 2011

perbandingan CBR 250 dan Kawasaki Ninja 250 R

Berikut perbandingan dua motor sport tersebut:

* Spesifikasi Honda CBR250R
* Mesin 249 cc 1 silinder 4 langkah DOHC liquid cooled
* Bore x Stroke 76.0 X 55 mm
* Kompresi 10,7:1
* Transmisi 6 percepatan
* Suplai BBM Injeksi PGM-FI
* Ban depan 110/70-17
* Ban belakang 140/70-17
* Rem Depan Rem cakram dengan ABS
* Rem Belakang Rem cakram
* BBM Pertamax


Spesifikasi Kawasaki Ninja 250 R

* Mesin 249 cc DOHC 2 silinder 4 langkah, liquid-cooled
* Bore x Stroke 62.0 X 41.2 mm
* Kompresi 11.6:1
* Transmisi 6 percepatan
* Suplai BBM Karburator Keihin CVK30
* Ban depan 110/70-17
* Ban belakang 130/70-17
* Rem Depan Rem Cakram Twin Pot
* Rem Belakang Rem Cakram Twin Pot
* BBM Pertamax

Sunday, 3 April 2011

Spesifikasi Lengkap Honda CBR250R

Model type Honda MC41
Dimensi (m) 2,035×0,72×1,125 (PxLxT)
Wheelbase 1,370
Ground clearance (m) 0,145
Tinggi jok (m) 0,780
Mesin CS250RE, liquid cooled, 4 tak DOHC single silinder
Displacement 249 cc
Bore x Stroke (mm) 76.0×55.0
Compression ratio 10,7:1
Suplai bahan bakar Injeksi PGM-FI
Kapasitas tangki 13 liter
Transmission type 6 speed
Ban depan 110/70-17M/C
Ban belakang 140/70-17M/C
Rem cakram hidrolik plus ABS
Suspensi telescopic (depan), swing arm (Pro-link suspension system) (blkg)
Frame type diamond
Motor ini memiliki tiga pilihan warna yakni Candy ruby red, sword silver metallic dan asteroid black metallic.

Sunday, 13 March 2011

Honda Mega Pro Limbung ?


Hal begitu bisa terjadi karena beberapa sebab. Yakni masalah pada seputar komstir atau bisa karena suspensi depan. Namun bila stang seret atau terasa berat ketika belok dan pengereman ada getaran bisa jadi masalah seputar komstir. 
“Disebabkan karena gotri (steel ball) pada komstir sudah aus, dan rumah dudukan gotri sudah kering atau sudah tidak terlumasi vaselin karena pemakaian. Padahal bagian komstir itu ikut menjaga beban motor. Solusinya membongkar komstir dan mengganti gotri (steel balls ) yang ada pada komstir.
Untuk Megapro Jumlahnya total 42 buah (masing 21 buah, komstir atas dan bawah) dan jangan lupa diberi gemuk. Yang bagus atau awet ( kategori multi purpose) berwarna biru,” terang Amirudin dari bengkel Bintang Motor, jalan Gatot Subroto (gg. Pringgondani) Solo .
Selanjutnya supaya motor tetap prima, order pengecekan komstir bisa dilakukan ketika menservis motor. “Di tempat kami layanan begitu bisa diorder. Pengecekan komstir disarankan setiap 15 ribu km.. Ongkosnya sekitar Rp 90 ribuan. Sudah termasuk pergantian gotri komstir,” ujar Sujiyanto kepala mekanik bengkel MSG di jalan Hasanudin 125, Solo.
Nah kalau mau lebih prima sekalian dilakukan pengecekan suspensi. Bukan enggak mungkin volume oli suspensi kiri dan kanan sudah berbeda akibat kondisi jalanan yang kadang enggak rata.

Bore up Honda 100CC (Legenda)

Mendongkrak tenaga mesin Honda 100cc itu susah-susah gampang. penyebabnya, jarak keempat baut silinder terlalu dekat dengan liner atau boring. karena terlalu dekat, susah untuk dibore up gede-gedean, itu karena pilihan diameter piston pengganti jadi terbatas.
kalo enggak tahu cara mengakalinya, memang begitu. tanpa geser baut mesin, paling besar hanya bisa pakai piston 54-55 mm. itu pun, boring sudah tipis dan mesin jadi cepat panas.
untuk mengakali masalah ini, honda legenda dengan 100cc bisa adopsi piston honda Sonic dengan diameter piston 58 – 60mm.
yang mesti dilakukan pertama kali adalah bongkar seluruh mesin, artinya bagian crankcase juga ikut dibuka.
setelah itu, bubut bagian mulut crankcase yang menghadap pantat blok silinder sebanyak 3mm. bagian crankcase tetap kudu dibubut agar boring baru bisa masuk.









kemudian lanjut ke silinder blok sendiri, sebelum memasang atau menentukan liner piston baru, kudu bilang ke tukang bubut, jelaskan papas bagian blok yang punya jarak renggang dengan baut blok sebanyak 2 mm.
jika langkah pertama sudah, lanjut membubut bagian blok yang berjarak lebih rapat. minta ke tukang bubut untuk menyamakan diameter agar berbentuk bulat sepenuhnya.
tapi tukang bubut pasti sudah tahu harus bagaimana selanjutnnya, karena mereka juga biasanya sudah berpengalaman.nah… setelah itu baru pasang liner baru dengan diameter 60,5 mm, lalu tinggal pasang piston. mau ukuran 58 atau 60 mm, tinggal tentukan sesuai kebutuhan.
setelah semua proses diatas dilakukan, sudah tentu kompresi melonjak dan tenaga lebih yahut…, karena kompresi tinggi, maka alangkah baiknya jika menggunakan bahan bakar dengan angka oktan tinggi, untuk menghindari ngelitik karena knocking.








Pajak Progresif Tak Bayar Berlipat

JAKARTA - Sosialisasi pemberlakuan tarif progresif PKB (Pajak Kendaraan Bermotor), belum optimal dilakukan pihak terkait termasuk kepolisian.
Menurut salah seorang petugas samsat di sana, kepolisian memang belum menyampaikan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat umum.
"Tapi wajib pajak bisa langsung bertanya kepada petugas, dan sudah dipasang pengumuman di depan loket," kilah Pak Polisi yang enggan disebutkan jati dirinya ini.
Hal ini justru bikin mumet pemilik kendaraan, baik mobil maupun motor. Seperti Nuki Satriawan, karyawan salah satu perusahaan swasta di Jakarta Pusat.

"Jujur saya kaget saat melihat besarnya nominal di lembaran ketetapan pajak, yang sebelumnya berkisar Rp 1 jutaan sekarang hampir Rp 2 juta," ungkap pembesut Suzuki Karimun 2004 ini.
Kondisi ini sebenarnya dipicu lantaran Nuki belum pernah melakukan pemblokiran STNK, setelah menjual mobil sebelumhya. "Waktu itu saya pakai Honda Ferio '96, dan saya jual ke paman yang sekarang tinggal di Bogor," kenang pria necis ini.

Hal sama dialami Edi Paryanto yang harus membayar Rp 6,7 juta ketika memperpanjang Daihatsu Xenia-nya. Pada komputer di Samsat, Xenia tahun 2005 itu tercatat sebagai mobil ke-4 yang berarti harus membayar 4 persen kali NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor).

"Lah, saya kan heran. Sebab itu mobil kedua yang selama ini dipakai istri. Total mobil kami hanya dua. Tapi, karena dua mobil yang pernah kami miliki sebelumnya belum balik nama, masih dihitung milik kami," ujar pria yang tinggal di Pondok Gede itu.

Tak hanya untuk pemilik kendaraan roda empat, tetapi juga buat pemilik kendaraan roda dua. Klausulnya pun sama yakni bagi pemilik kendaraan yang telah dijual dan belum balik nama, akan membayar double. Tak ada kompromi, tetap harus membayar. Untuk itu, diharapkan segera menempuh proses pemblokiran di Samsat terdekat.

Pemutakhiran Data
Menanggapi keluhan dan kebingungan masyarakat, Iwan Setiawandi, Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI Jakarta, meminta para pemilik kendaraan membuat laporan ke Samsat terdekat di wilayahnya.
Hal ini dimaksudkan agar yang bersangkutan terhindar dari pengenaan pajak progresif yang memang telah diberlakukan sejak awal Januari 2010.

"Laporkan saja segera ke Samsat, nanti di sana akan ada pemutakhiran data pemilik kendaraan yang dijual. Dengan sistem itu, otomatis pemilik lama tidak terkena pajak progresif. Pajak kendaraan yang dijual itu akan dibebankan kepada pembelinya," ujar Iwan.

Untuk membuat laporan penjualan kendaraan bermotor kendaraan bermotor itu tidak dikenakan biaya alias gratis. Si pemilik tinggal mengisikan data penjualan pada formulir yang tersedia di Samsat. Prosesnya tidak memakan waktu lama karena hanya perubahan data saja.

Cara ini, lanjut Iwan, akan memaksa pembeli kendaraan mengurus Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) sehingga tidak ada lagi mengurus pajak kendaraan dengan meminjam Kartu Tanda Penduduk (KTP) Penjual.

Dasar penentuan pajak progresif itu berdasarkan nama dan domisili. Atau minimal sesuai data di Kartu Keluarga. Pajak progresif dikenakan terhadap satu keluarga yang memiliki kendaraan lebih dari satu. "Kecuali meski satu keluarga tetapi domisili sesuai kartu keluarga berbeda tidak akan dikenai pajak progresif," lanjut Iwan.

Pemberlakuan pajak progresif itu mengacu pada Undang Undang (UU) No 28/2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Penerapan ini dimaksudkan salah satunya untuk menekan pertumbuhan kendaraan bermotor yang menjadi penyebab kemacetan dan polusi udara.

Cinta Mega SH, anggota DPRD DKI Jakarta menyebut bahwa pihak Dinas Pelayanan Pajak dan Dinas Pendapatan DKI Jakarta telah melakukan dengar pendapat dengan DPRD tentang bakal diberlakukannya pajak progresif untuk kendaraan roda empat dan roda dua.

"Saat itu juga kami menyarankan agar terlebih dahulu dilakukan sosialisasi yang memadai kepada masyarakat. Hanya saja mereka bilang kekurangan SDM (Sumber Daya Manusia)," ujar Cinta.
Wakil Ketua Komisi C yang membidangi keuangan ini mengakui diberlakukannya pajak progresif ini salah satunya bertujuan untuk membatasi jumlah kendaraan di Jakarta. "Ya harapannya satu keluarga tidak perlu harus memiliki begitu banyak kendaraan. Tujuan akhirnya untuk mengurangi kepadatan lalu-lintas di ibukota yang sudah sumpek ini," lanjut anggota dewan yang tinggal di daerah Jelambar, Jakut itu.

Namun diakuinya, bahwa sektor dari pajak termasuk di dalamnya dari pajak kendaraan ini merupakan penghasil terbesar untuk PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang hampir mencapai 50 persen. Hasil dari pajak progresif ini kemudian dikembalikan kepada masyarakat berupa untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan serta infrastrukturnya di Jakarta. (mobil.otomotifnet.com)


Cara Memblokir Pajak Kendaraan

1.Datang ke Samsat terdekat.
2.Melaporkan data kendaraan yang dijual dengan membawa fotokopi KTP pemilik lama dan fotokopi pemilik baru, nomor kendaraan yang dijual dan dokumen penting lain.
3.Membawa kuitansi penjualan/pembelian kendaraan untuk mempermudah laporan.
4.Membuat surat pernyataan

Pengenaan Pajak Progresif Kendaraan Bermotor Pribadi
1.Kendaraan pertama sebesar 1,5 persen (1,5 persen x NJKB)
2.Kendaraan kedua sebesar 2 persen (2 persen x NJKB)
3.Kendaraan ketiga sebesar 2,5 persen (2,5 persen x NJKB)
4.Kendaraan keempat dan seterusnya sebesar 4 persen (4 persen x NJKB)
Catatan : NJKB =Nilai Jual Kendaraan Bermotor

Wednesday, 2 February 2011

Pedrosa Terbaik, Rossi Masih Tercecer

KOMPAS.com — Dani Pedrosa menjadi yang terbaik sepanjang latihan resmi hari kedua MotoGP 2011 di Sepang, Malaysia, Rabu (2/2/2011). Pebalap Repsol Honda itu terus mencatat waktu terbaik sejak awal hingga penutup latihan pada pukul 18.00 waktu setempat.
Melahap 39 lap, pebalap Spanyol tersebut mencatat waktu terbaik 2 menit 0,770 detik. Dia berada di depan rekan setimnya yang kemarin menjadi yang tercepat saat latihan terakhir, Casey Stoner. Posisi ketiga ditempati pebalap Yamaha, Ben Spies, yang pada sesi-sesi sebelumnya (pukul 12.00 dan 14.00) berada di peringkat kedua.
Tim Repsol Honda masih tetap memperlihatkan dominasinya sejak kemarin hingga hari ini. Pabrikan Jepang tersebut hampir selalu menempatkan tiga pebalapnya di posisi lima besar, dan pada sesi terakhir latihan hari kedua ini, Andrea Dovizioso berada di posisi keempat.
Pebalap Ducati, Valentino Rossi, masih terpuruk. "The Doctor" tetap tercecer di luar posisi 10 besar dan kali ini dia turun ke posisi ke-13; pada latihan pukul 16.00, Rossi berada di posisi ke-12. Juara dunia tujuh kali MotoGP ini berada di belakang rekan setimnya, Nicky Hayden yang menempati urutan ke-11 dan pebalap tim Aspar, Randy de Puniet, di posisi ke-12.
Sementara itu, juara dunia 2010 yang juga rekan setim Spies, Jorge Lorenzo, harus puas di posisi ketujuh. Pebalap Spanyol ini kalah bersaing dengan duet Gresini Honda, Marco Simoncelli dan Hiroshi Aoyama, yang berturut-turut berada di posisi ke-5 dan ke-6.
Latihan perdana pra-musim di Sepang ini masih akan berlanjut besok, yang merupakan hari terakhir.
- Hasil latihan pukul 18.00
Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team 2m 0.770s (39 laps)Casey Stoner AUS Repsol Honda Team 2m 1.434s (44 laps)Ben Spies USA Yamaha Factory Racing 2m 1.508s (60 laps)Andrea Dovizioso ITA Repsol Honda Team 2m 1.512s (48 laps)Marco Simoncelli ITA San Carlo Honda Gresini 2m 1.522s (42 laps)Hiroshi Aoyama JPN San Carlo Honda Gresini 2m 1.534s (58 laps)Jorge Lorenzo ESP Yamaha Factory Racing 2m 1.563s (35 laps)Alvaro Bautista ESP Rizla Suzuki MotoGP 2m 1.687s (63 laps)Colin Edwards USA Monster Yamaha Tech 3 2m 1.722s (33 laps)Hector Barbera ESP Aspar Team 2m 2.093s (45 laps)Nicky Hayden USA Ducati Team 2m 2.379s (62 laps)Randy de Puniet FRA Pramac Racing Team 2m 2.426s (50 laps)Valentino Rossi ITA Ducati Team 2m 2.597s (42 laps)Kosuke Akiyoshi JPN Honda Test Rider 2m 2.619s (47 laps)Cal Crutchlow GBR Monster Yamaha Tech 3 2m 3.032s (38 laps)Loris Capirossi ITA Pramac Racing Team 2m 3.047s (56 laps)Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing 2m 3.466s (47

Thursday, 6 January 2011

Membaca Kode Ban


1. Ukuran Ban

Ukuran ban biasa menggunakan ukuran METRIC dan ukuran INCH.
a. Ukuran Metric
80 / 90 – 17
80 = adalah lebar telapak ban dalam ukuran mm
90 = adalah prosentase tinggi ban yang dihitung dari lebar ban
Jadi tinggi ban = 120 x 90% = 72 mm
17 = Ring Velg yang digunakan

 b. Ukuran Inch


275 – 17
275 = adalah lebar telapak dan tinggi ban dalam ukuran mm.
17 = Ring Velg yang digunakan
2. Tread Wear Factor

Indikator ke ausan ban. Jika ban sudah mencapai indicator ini ban sebaiknya lekas diganti

 3. Tube/Tubeless

Aki Kering VS Aki Basah

Aki adalah salah satu komponen pada kendaraan roda dua yang perlu mendapatkan perhatian khusus. Aki merupakan alat untuk menghimpun tenaga listrik pada kendaraan tersebut, jika Aki bermasalah dapat dipastikan kinerja dan peforma motor Anda akan terhambat.
Aki pada kendaraan bermotor di kenal dalam 2 jenis yaitu Aki basah dan Aki kering namun kelebihan atau  kekurangan kinerja dari kedua Aki tersebut tergantung dari pendapat pribadi sendiri tetapi justru perawatan lah yang harus menjadi penilaian atau perhatian khusus.
Jika ada motor mengalami gejala susah saat distarter pada saat ingin memanaskan mesin di pagi hari setelah semalaman tidak di nyalakan atau lampu depan sudah agak redup ketika motor di nyalakan, itu bisa ada bermasalah dengan  Aki motor.
Aki kering dan Aki basah sama gejalanya, berarti Aki mulai mendapat gejala-gejala rusak. Jika Anda merasa gejala tersebut ada pada motor Anda nah sepertinya anda harus benar-benar memberikan perhatian khusus untuk Aki Anda.
Perawatan aki bisa dilakukan sendiri di rumah tanpa harus membawanya ke bengkel, untuk Aki basah perawatan yang harus dilakukan hanya mengontrol level ketinggian air aki dan menyiapkan air panas saja.
Perawatan untuk sendiri yaitu perbulan kita kontrol airnya, nanti dalam waktu tiga bulan atau empat bulan baru kita keluarkan air aki yang lama dan masukkkan air panas setelah itu kita kocok, jadi kotoran-kotoran di dalam aki akan keluar dan kita buang, ulangi dua kali atau sampai benar-benar bersih.
Setelah abis air dikeluarkan (sudah kering), lalu kita isi air aki  yang baru dan di cas kurang lebih 2 sampai 3 jam, tapi kalau ingin benar-benar bagus yatu waktunya 5 jam.
Sedangkan untuk Aki kering, perawatan yang dilakukan lebih mudah lagi tanpa harus di bersihkan, namun motor yang menggunakan Aki kering harus sering-sering di nyalakan.
kalau Aki kering perawatannya tidak ada, menurut saran saya motor dengan Aki kering harus rutin di pakai terus jangan sampai umpamanya berhenti seminggu, Aki akan lemah dan pengisian tidak akan stabil dan gampang mati, jadi kelebihan Aki kering simpel dan perawatan gampang.
Simpel dan sangat praktis bukan Jadi mulai sekarang berikan perhatian khusus untuk aki anda dan sekedar informasi tambahan biasanya umur penggunaan Aki kurang lebih 1 tahun

Honda CT70 1974: Restorasi Sempurna Monkey Klasik

JAKARTA (dp) — Honda CT70 yang mangkal di bengkel Bimo Kustom Bikes, Jakarta membuat kami terpincut. Bukan karena kami tak pernah melihat motor klasik itu sebelumnya. Honda CT70 yang berdiri manis di antara motor-motor custom karya Bimo Hendrawan ini sangat unik karena telah direstorasi begitu sempurna.
Menurut Bimo, Honda CT70 atau Honda Monkey yang kami temui merupakan milik Agoose. Dia mengaku motor ini merupakan unit motor pertama yang diberikan orang tuanya 36 tahun lalu.
Sayangnya, karena kurang perhatian motor itu dibiarkan lama teronggok di gudang. Hingga pada suatu ketika Agoose berfikir untuk mengembalikan kesegarannya. Akhirnya, dia menghubungi Bimo.
Bimo bercerita, banyak komponen dan bagian mesin yang hilang atau kusam serta rusak. “Aslinya, sih, masih utuh, tapi kurang cantik,” ujar master modifikasi Harley-Davidson ini.
Untuk mengubah Honda CT70 lansiran 1974 tampil seperti motor baru dibeli, Bimo melakukan restorasi dengan teliti serta mengganti beberapa item komponen dengan barang baru.
Ketika merestorasi Bimo mengaku tidak ditemui kesulitan berarti. Jam terbang Bimo tentu sudah lebih dari sekadar menangani motor kontet ini. “Yang masalah justru mencari komponen aslinya,” katanya.
Tapi di era internet seperti sekarang ini, kesulitan mencari komponen orisinal Honda CT70 juga diakui menjadi lebih ringan. “Lebih gampang karena kita bisa membandingkan gambar-gambar asli motor pada internet,” terangnya.
Untuk mencari komponen pengganti Bimo bahkan melakukan penelusuran barang hingga ke luar negeri. Inggris, China, Thailand hingga Belanda telah menjadi saran untuk penemuan komponen.
Hasilnya, Belanda menjadi dermaga terakhir. Honda CT70 berkelir merah ini pun berubah layaknya saat dia masih segar bugar di era 1974. Saringan udara, kunci, karet-karet foot step dan suspensi depan, spakbor, lampu-lampu menjadi lebih mengilap.
Bahkan karburator, perkabelan, sticker, stang, ban Bridgestone 3.50-10-2PR menjadi perhiasan baru pada motor berkapasitas 72 CC OHV ini. Tak cuma, penampilan, performa motor setinggi 955mm ini juga kembali ke asal, yaitu bisa menghasilkan  tenaga 5,5 hp dengan trosi 0,51 kg-m.
Gambar

Honda CB160 lansiran 1966 menjadi klimis

Motor ini dimiliki sebelumnya oleh mantan skater profesional dan aktor Jason Lee (My Name is Earl, Chasing Amy, dan Almost Famous ). Kondisinya yang mengkhawatirkan, membuat Jay dan punggawa Lossa Engineering bekerja keras merehab semua sektor, termasuk melucuti bagian frame dan menambal beberapa bagian yang telah rapuh. Semuanya dibuat kembali halus sebelum powder coating berona merah melapisi seluruh lapisan frame-nya.
House of Kolor Orion Silver menjadi pilihan yang melabur seluruh bodyparts-nya dipadu dengan jok berbungkus kulit hitam kualitas tinggi di mana di bawahnya dirancang menjadi terminal baterai dan kelistrikannya.
Cafe racer dengan model classic clubman bars menjadi pilihannya di mana Lossa Engineering meng-customized bagian kopling serta merancang ulang kabel rem depan lebih pendek serta kabel gasnya.
Sedangkan urusan dapurpacu, Lossa mencangkok big bore kit hingga 175cc dengan NOS Honda serta jeroan yang serbabaru. Bagian intake pun mendapat modifikasi untuk menginstall karburator Mikuni serta dua velocity stacks. Dan Poco Bastardo yang dalam bahasa Italia berarti Little Bastard siap mengantarkan vintage racing ini mengaspal di trek
Gambar




Wednesday, 5 January 2011

Ganti Bohlam Spidometer Honda Tiger Sendiri

Seiring meningkatnya usia pakai, bohlam bisa putus. Salah satunya yang ada di dalam spidometer (lampu senja) Honda Tiger. Jika dibiarkan, saat malam hari informasi-informasi seperti kecepatan, putaran mesin, volume bensin tak terpantau.

Jangan anggap enteng informasi itu, terutama sisa isi tangki. Enggak mau kan malam-malam dorong motor, gara-gara bensin habis lantaran tak terpantau. Makanya jika ada yang mati segera ganti. Toh tak sulit, cukup luangkan sedikit waktu untuk menggantinya.

Pertama siapkan bohlamnya, ada dua macam, besar dan kecil, yang biasa disebut bohlam cabe, karena bentuknya memang imut seperti cabai. Harganya yang asli (Honda Genuine Part) Rp 5.200. Spesifikasi aslinya 12V 1,2 watt, tapi kalau susah didapat bisa pakai yang 12V 5 watt, kelebihannya jadi lebih terang.

Siap? Lanjut… Pertama lepas kabel spidometer dengan memutarnya pakai tangan, jika sulit pakai tang (gbr.1). Lalu ambil kunci bintang untuk membuka 2 baut pengikat spido (gbr.2), “Atau ada yang menyebut kunci belimbing, pakai nomor 6,” terang Safrudin, kepala mekanik AHASS Clara Motor, Kebon Jeruk, Jakbar.

Jika sudah lepas, cek bagian bawah. Di situ ada tiga baut pengikat cover. Satu di depan jelas terlihat, dua di belakang pada lubang kecil. “Lepas pakai obeng plus (gbr.3),” lanjut mekanik disapa Udin itu.

Kemudian lepas cover spido, setelah ketiga baut lepas tarik saja pelan-pelan. Nah di baliknya terlihat beberapa rangkaian kabel dan soket bohlam. Cabut keempat bohlam senja, tepatnya yang pakai kabel warna cokelat dan hijau (gbr.4).

Buat mendeteksi mana yang putus, setelah tercabut posisikan kontak ke on, lalu aktifkan sakelar lampu senja. Nah ketahuan kan mana yang putus (gbr.5). Sekarang tinggal cabut yang putus, lalu ganti baru. Nyala lagi kan?

Terakhir pasang kembali soket pada dudukannya. Lalu rakit semua yang dibongkar dengan langkah kebalikan saat membuka. Beres kan? Nah sudah nyala lagi deh (gbr.6), kemungkinan mogok di malam hari pun bisa dihindari.
Gambar

Performance Honda Scoopy

Honda Scoopy memberikan kesan tersendiri buat pemiliknya, tampilan retro modern memang terlihat unik dan cantik. Namun, kemampuannya, tak bisa dipandang sebelah mata, enggak sama dengan motor kuno, tentunya.
Setelah digunakan beberapa lama, Tony si pemilik Scoopy 2010 ini sudah wara-wiri hingga menempuh jarak 2.500 km lebih. Ternyata dengan jarak segitu, dia merasa cukup puas dengan kemampuan standar dan ingin meningkatkan performa tunggangannya. Jadi, meski bodi klasik, performa masa kini.
Tentunya, performance parts pun perlu dipilih untuk meningkatkan kemampuan mesin skutik 110 cc itu. Memang, pilihannya tak sampai merombak kondisi standar terlalu banyak, kepala silinder tetap dibiarkan standar, begitu pun karburatornya, masih pakai pengabut bensin bawaan pabrik.Alhasil, pilihan komponen peningkat performa ala sejuta skuteris ini pun dipilih. Seperti menggunakan CDI aftermarket serta knalpot racing.
Supaya ketahuan seberapa besar peningkatan tenaga yang diperoleh, tentu perlu alat ukur. Apa lagi, jika bukan menggunakan mesin dynotest. Kali ini roller dyno yang ada di bengkel Khatulistiwa Surya Nusa di Jl. Pramuka, Jakpus menjadi tempat pengetesannya.
"Mesin ini pakai Tachoroller," tutur Ovi Sardjan, piawai dynotest dari KSN. Jadi, patokannya berdasar pada kecepatan roller, bukan pada putaran mesin.
Karena memang beban yang diukur adalah pada rodanya langsung. Maka hasil yang akan terlihat adalah kurva pada kecepatan roller tertentu.
Pertama-tama, kondisi standar jadi acuan awal. Setelah running beberapa kali, terdapat hasil tenaga maksimum 4,5 dk. Lantas, CDI pun dipasang, dengan merek Varro menjadi alat cobanya.

Terpaut perbedan 0,1 dk peningkatan tenaganya. Terlihat tidak terlalu besar, tetapi kurvanya sudah meningkat di putaran bawah. "Tenaganya sudah terlihat meningkat dari putaran bawah," ungkap Kris, operator dynometer tersebut.
Kedua hasil tadi, masih andalkan knalpot standar. Tentunya, seperti pengendara skutik pada umumnya, agar tarikan lebih enak, knalpot pun ditukar. Knalpot CLD dipasangkan lalu dicoba kembali untuk diukur.
Hasilnya, memang tampak berbeda jauh. Dari tenaga maksimal 4,6 dk setelah menggunakan CDI Varro, kali ini lonjakan tenaga cukup signifikan. Hasil berupa semburan daya maksimum 5,9 dk tertera pada layar monitor!
Tampak sangat jauh! Memang kurva lonjakan pun langsung terlihat berbeda sejak awal hingga pada kurva tertinggi di mana kondisi tenaga puncaknya. Hal ini disinyalir karena saluran buang lebih lancar dengan leher knalpot tanpa tekukan terlalu banyak juga silencer yang lebih bebas hambatan.
Sementara knalpot aslinya memang selain menggunakan pipa lebih kecil, juga tekukannya cukup banyak, dan mungkin ini menjadi penyebab tenaga lebih tertahan
 Gambar